"Change Your Water, Change Your Life"

"Sebab perubahan besar menuju kesejahteraan umat selalu dimulai dari kualitas hidup yang sehat."

"Kemaslahatan Nyata"

"Satu langkah kecil dalam aksi nyata jauh lebih berharga bagi sesama daripada ribuan kata indah tanpa realita."

"Kemurnian Kebaikan"

"Bagaikan air dengan kualitas premium, hiduplah dengan memberikan kesegaran yang alami dan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar."

"Kemurnian Kebaikan"

Kangen Water memberikan air dengan kualitas premium yang tidak hanya segar tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan. Dengan teknologi ionisasi canggih, air ini memiliki tingkat pH yang seimbang dan mengandung antioksidan alami.

"Menghidupkan Waktu Luang"

"Jangan biarkan waktu kosong melumpuhkan jiwa; jadikan ruang sepi sebagai momentum terbaik untuk investasi spiritual dan evaluasi diri."

Rabu, 06 April 2011

ASI: Kado Istimewa Ibu untuk Sang Buah Hati

Untaian doa untuk ibu yang baru saja menimang buah hatinya turut mengawali sebuah harapan agar sang bayi tumbuh menjadi anak yang kuat dan sehat.Salah satu usaha untuk membentuk anak yang sehat tentu saja dengan pemberian asupan nutrisi yang tepat. Nutrisi terbaik bagi bayi yang baru lahir adalah ASI (Air Susu Ibu).

Keistimewaan ASI

ASI merupakan susu sekaligus makanan terbaik bagi bayi manusia. Tidak ada satu susu pun, meskipun susu tersebut adalah susu sapi, kambing, atau susu lain yang telah diformulasi dengan berbagai zat gizi, yang mampu melebihi keunggulan komposisi ASI. Komposisi ASI telah disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing bayi sejak awal kehidupannya.

Pada hari-1 sampai hari-4, ASI yang keluar merupakan kolostrum yang kaya akan protein yang mampu menjaga daya tahan tubuh. Pada hari-3 sampai kurang lebih hari-10, ASI yang keluar disebut sebagai ASI transisi dimana kadar proteinnya berkurang namun kadar karbohidrat, lemak, serta volumenya pun meningkat. Setelah hari-10, ASI mature yang merupakan susu padat sudah mampu memenuhi kebutuhan tumbuh kembang bayi.

Komposisi ASI juga berbeda dari setiap semburan yang keluar. Semburan yang pertama, yang keluar pada 5-10 menit pertama disebut foremilk. Susu ini lebih encer dengan kadar lemak yang lebih rendah. Semburan berikutnya disebut hindmilk dengan kandungan protein, karbohidrat, dan lemak yang lebih lengkap. Semburan pertama memang berkomposisi lebih ringan agar pencernaan bayi lebih siap menerima ASI dengan lemak yang lebih tinggi.

Pemberian ASI kepada bayi secara eksklusif yaitu selama 6 bulan awal kehidupannya kemudian diteruskan hingga 2 tahun bersama makanan pendamping.

ASI memiliki banyak keistimewaan antara lain:

  1. Merupakan susu yang paling tepat dan lengkap nutrisinya di setiap tahapan pertumbuhan bayi dari hari ke hari. Meski di dalam susu sapi (sebagai contoh susu yang paling banyak diberikan pada bayi dan anak-anak) juga terdapat komponen nutrisi yang sama atau (diklaim) lebih banyak daripada ASI, namun komposisi dan bentuk senyawa nutrien tersebut tidak mampu menyamai kandungan nutrisi dalam ASI.

    ASI memiliki lebih dari 200 biofactors system (nutrisi terintegrasi dalam jumlah dan perbandingan yang tepat) sehingga dapat menghasilkan nutrisi tumbuh kembang dan perlindungan/daya tahan tubuh yang optimal. Sebagai contohnya, kandungan laktosa dalam ASI lebih mudah dicerna oleh pencernaan bayi daripada laktosa yang ada pada susu sapi karena di dalamnya terkandung materi laktase sebagai bahan pembentuk enzim laktase yang berfungsi memecah laktosa menjadi senyawa yang lebih sederhana yang lebih mudah dicerna oleh pencernaan bayi. Apabila laktosa tidak dapat dicerna oleh pencernaan bayi,yang terjadi adalah diare bahkan muntah-muntah yang sering dialami oleh bayi yang mengkonsumsi susu sapi.

  2. ASI mengandung faktor protektif (pelindung) sehingga bayi yang mendapatkan ASI memiliki kekebalan tubuh yang lebih baik sehingga jarang terkena penyakit.
  3. Tidak ada bayi yang alergi terhadap ASI karena immunoglobulin pada kolostrum selain sebagai antibakteri juga berfungsi untuk mencegah terserapnya makromolekul asing yang dapat memicu alergi.
  4. Berdasar penelitian, anak yang mendapatkan ASI umumnya memiliki kecerdasan lebih dibanding anak yang tidak diberi ASI eksklusif.
  5. Bagi sang ibu, pemberian ASI dapat mempercepat pengecilan rahim dan mencegah terjadinya perdarahan pasca melahirkan melalui mekanisme hormon oksitosin. Selain itu, pemberian ASI mampu mengurangi resiko kanker payudara dan kanker ovarium.
  6. Menyusui mampu memperkuat ikatan emosional antara ibu dengan sang bayi. Bayi akan merasa aman dan nyaman dalam dekapan ibunya. Hubungan kasih sayang yang kokoh ini dapat memberikan efek positif pada perkembangan psikologi anak.
  7. ASI selalu tersedia, praktis, steril, dan selalu dalam suhu yang pas untuk diminum.
  8. Tidak perlu ada dana khusus yang disediakan untuk “membeli” ASI karena ASI bisa didapatkan gratis dari ibu tidak sebagaimana susu formula.

Inisiasi Menyusui Dini (IMD)

Salah satu kunci awal keberhasilan program ASI eksklusif adalah dengan melaksanakan Inisiasi Menyusui Dini (IMD). IMD adalah bagian dari proses persalinan normal dimana bayi yang lahir dalam satu jam kehidupannya langsung ditengkurapkan di atas perut ibunya dan dibiarkan mencari sendiri puting ibunya, tanpa bantuan siapapun.

Dengan insting penciumannya, biasanya bayi akan menemukan puting ibunya setelah 30-50 menit. Setelah itu, refleks mengisap yang dimiliki bayi sejak dalam kandungan akan segera difungsikan kembali. Proses IMD masih berlanjut dengan membiarkan sang bayi menyusu minimal setengah jam.

Begitu lahir, tali pusat bayi dipotong dan tubuhnya dibersihkan dari kotoran yang menempel. Tanpa dibedong, bayi langsung ditengkurapkan di dada atau perut ibu dengan kontak langsung antara kulit bayi dengan kulit ibu (skin to skin contact). Ibu dan bayi diselimuti bersama-sama. Kondisi ini akan menimbulkan kehangatan dan ikatan batin. Tidak perlu khawatir bayi akan kedinginan karena kulit dada ibu yang baru saja melahirkan bersuhu satu derajat lebih hangat daripada ibu yang tidak melahirkan. Kalau bayi kedinginan, suhu tubuhnya pun akan naik secara otomatis dua derajat. Begitu bayi merasa kepanasan, suhu kulit ibu pun akan menyesuaikan dengan turun satu derajat.

Pengaturan suhu alami dalam skin to skin contact ketika IMD ini, menurut dr. Utami Roesli, Sp.A., MBA, IBCLCC, ketua Sentra Laktasi Indonesia, lebih bagus daripada alat inkubator yang biasa digunakan untuk menghangatkan bayi. Selanjutnya, bayi dibiarkan mencari sendiri puting ibunya dan mengisapnya sedikitnya selama 30 menit. Keluar atau tidaknya ASI pada waktu itu bukanlah suatu masalah. Yang penting adalah memberikan kesempatan bayi untuk menjalankan insting mencari sumber makanannya yaitu puting ibunya.

IMD memberikan beberapa manfaat baik bagi ibu maupun bayinya. Manfaat tersebut antara lain:

  1. Bayi mendapatkan zat-zat gizi penting yang terkandung dalam kolostrum sehingga terhindar dari berbagai penyakit yang rentan menimpanya.
  2. IMD memberikan kesempatan yang lebih besar bagi bayi untuk mendapatkan ASI eksklusif hingga usia 6 bulan karena sejak awal bayi sudah dikenalkan dengan puting susu ibu sehingga akan terbiasa dan lebih mudah mengisap ASI. Teknik mengisap puting yang benar akan melancarkan produksi ASI selanjutnya sehingga kemungkinan ibu memiliki masalah dengan ASI semakin kecil.
  3. Mempercepat penghentian perdarahan sesudah melahirkan pada ibu melalui mekanisme perangsangan kontraksi otot rahim. Oleh karena itu, rahim ibu akan lebih cepat kembali seperti semula.

ASI: Kado Istimewa dari Ibu untuk Sang Buah Hati

Setelah pemaparan di atas mengenai ASI, maka dengan niat serta tekad yang kuat untuk ‘mencetak’ generasi yang sehat, maka ibu yang mau dan mampu memberikan ASI secara eksklusif kepada anaknya, berarti telah memberikan hadiah yang sangat istimewa bagi buah hatinya. Banyak sekali ibu yang dengan rela dan senang hati memberikan susu sapi pada anaknya dengan berbagai alasan yang sesungguhnya masih dapat diatasi.

Kalaupun ibu tidak mampu memberikan ASI-nya sendiri kepada bayinya karena permasalahan medis (yang sudah ditegakkan diagnosa oleh dokter terutama praktisi laktasi), maka masih ada jalan penyusuan melalui wanita lain (ibu susu). Yang terpenting dalam hal ini, ibu harus memiliki niat untuk selalu memberikan yang terbaik bagi buah hatinya. Dan yang susu yang terbaik adalah ASI, bukan susu yang lain.

Sumber:

Buklet Tabloid Nakita, Bayi ASI, Bayi Gold Medal, no. 488/th. X/9 Agustus 2008
Buklet Tabloid Nakita, Indahnya Tahun Pertama, no.522/th. X/30 Maret 2009
Sunardi, dr., 2008, Ayah, Beri Aku ASI, Aqwamedika : Solo
Tabloid Nakita no.464/th.IX/23 Februari 2008

Penyusun: Ummu Nabiilah :

http://muslimah.or.id/kesehatan-muslimah/asi-kado-istimewa-ibu-untuk-sang-buah-hati.html

Jumat, 25 Maret 2011

LAHIRNYA SANG BUAH HATI

Mengucap syukur alhamdulillah keharibaan sang Pencipta dan Penguasa Alam Semesta (Ilahi Robbi), karena telah memberikan karunia yang terindah bagi keluarga kami. Semoga dengan anugerah ini keluarga kami dapat menjadi keluarga yang amanah serta selalu dalam lindungan Allah SWT. Kelahiran sang buah hati sebagai sebuah hari yang dimana selalu dinantikan oleh kami (Endutz - Tamy) selama awal hubungan pernikahan kami. Kelahiran yang ditandai dengan suara tangisan pertama pada hari Senin, 21 Maret 2011 pukul 18.46 di rumah istri saya.

Akan kami rawat titipan_Mu ya Rob. Jagalah dia selalu, semoga dia selalu dalam rahmat_Mu dan dapat menjadi anak yang sholih, sesuai dengan nama yang kami berikan kepadanya : "Muhammad Yusuf al Faiq", dengan harapan bahwa kami berdua mengharapkan kepada buah hati kami agar menjadi putra yang memiliki akhlakul karimah yang baik sebagaimana akhlak Nabi Muhammad SAW, serta diberikan kecerahan fisik (tampan) serta murah hati dalam hal penampilan seperti Nabi Yusuf dan yang terakhir sebagai sebuah harapan agar putra kami menjadi anak yang cerdas yang dapat memberikan harapan yang cerah bagi keluarga. Amin

Rabu, 02 Februari 2011

TIPS MEMILIH NAMA UNTUK SANG BUAH HATI

Memilih nama yang tepat bagi sang buah hati adalah tugas yang gampang-gampang susah. Karena nama adalah sesuatu yang dibawa si kecil seumur hidupnya. Ikuti beberapa tips cerdas dalam memberikan nama untuk sang buah hati.

Tak sedikit orangtua yang merasa bingung dalam memberikan nama untuk anaknya, biasanya orangtua takut nama tersebut menjadi beban bagi anak.

Dalam pemilihan nama terkadang tidak hanya melibatkan orangtua saja, tapi kerabat, keluarga atau teman juga bisa memberikan saran dan ide-ide untuk nama si bayi.

Meskipun demikian, keputusan akhir untuk nama bayi tetap terletak pada orangtua. Karena itu tak ada salahnya untuk mulai mencari nama anak sejak jauh-jauh hari.

Ada beberapa hal yang turut dipertimbangkan dalam memutuskan sebuah nama untuk bayi, seperti arti dari nama, menghindari inisial yang memalukan serta bagaimana nama panggilan untuk si kecil nantinya.

Seperti dikutip dari Babycenter dan Parents, Rabu (31/3/2010) ada beberapa poin yang perlu diperhatikan orangtua dalam memilih nama bayi, yaitu:

1. Hindari nama yang membuat bingung jenis kelamin
Nama-nama tertentu memang bisa digunakan untuk jenis kelamin pria dan wanita. Sebaiknya memberikan nama yang sudah jelas untuk jenis kelaminnya. Nama internasional Courtney atau Aubrey sebenarnya lebih sering digunakan untuk nama wanita tapi beberapa orangtua memakai nama itu untuk anak lelaki, kasihan si kecil kalau terus-terusan disangka perempuan padahal dia lelaki.

2. Jangan terpengaruh nama-nama orang top
Memberikan nama artis yang sedang populer saat ini mungkin terdengar keren. Tapi kadang-kadang kelakuan selebritas yang ditiru berperilaku negatif seperti mabuk-mabukan atau narkoba. Kasihan si anak jika namanya seperti artis yang bermasalah.

3. Buatlah nama yang sederhana jangan terlalu panjang
Banyak anak-anak sekolah saat ini yang memiliki nama terlalu panjang, belum lagi jika ia harus membawa nama keluarga. Bayangkan jika si kecil harus menulis nama lengkapnya dalam setiap formulir atau kertas ujian yang menggunakan bulatan-bulatan huruf berapa banyak waktu yang harus dihabiskan.

4. Ejaan yang jelas
Banyak orangtua yang membuat nama anaknya dengan ejaan yang dibuat sendiri agar terkesan beda. Misalkan nama Susilo dibuatnya menjadi Shoosilow. Jika mereka berinteraksi dengan orang lain tentu yang mendengar nama Susilo akan mengeja dengan ejaan biasa, dan ini akan menjadi pekerjaan si anak seumur hidupnya untuk mengoreksi kesalahan nama yang ditulis orang.

Sementara pemilihan nama bisa dilakukan dengan pertimbangan:

1. Indah dan serasi
Bagaimana suatu nama terdengar saat ada seseorang yang memanggil adalah salah satu hal yang harus dipikirkan. Usahakan untuk mencari kecocokan dengan nama terakhir keluarga, atau antar kata terdengar indah jika digabungkan dalan sebuah nama.

2. Unik
Nama yang tidak biasa memiliki keunggulan yang membuat anak berbeda dari nama-nama umum lainnya, seperti tidak memiliki nama yang sama saat disekolah. Namun, nama unik ini harus tetap enak di dengar, serasi dan gampang dieja. Selain itu hindari nama unik yang aneh atau sulit diucapkan yang bisa menjadi bahan ledekan anak-anak.

3. Nama keluarga dan keturunan
Nama keluarga adalah sesuatu hal yang penting untuk mengetahui keturunan dari anak tersebut. Terkadang ada keluarga yang memberikan nama sesuai urutan kelahiran atau tradisi keluarga.

4. Memiliki arti positif.
Makna dari nama terkadang bisa mempengaruhi kehidupan si anak nantinya. Berilah anak dengan nama yang mengandung makna positif serta hindari nama-nama yang memiliki arti buruk. Terlebih sebuah nama akan dibawa anak sepanjang hidupnya.

5. Memperhatikan inisial dan nama panggilan
Usahakan orangtua menghindari nama yang dapat memicu julukan-julukan tertentu sehingga bisa memalukan anak. Serta carilah inisial nama yang unik dan nama panggilan yang mudah diingat atau mudah diucapkan.

Tidak ada satupun peraturan yang sulit dalam memilih nama untuk anak Anda. Tapi satu hal yang pasti dan harus diingat dalam memberikan nama untuk si buah hati adalah Anda dan pasangan sama-sama menyukai nama tersebut dan yakin nama itu cocok disandangnya hingga dewasa

sumber : http://health.detik.com/read/2010/03/31/074527/1329054/764/tips-memilih-nama-untuk-bayi

Selasa, 25 Januari 2011

Meramal Jenis Kelamin Bayi Tanpa USG

Lewat cara sederhana Anda bisa menebak jenis kelamin bayi di awal kehamilan.

Setiap orangtua tentu mengidamkam melahirkan bayi yang sehat. Entah itu, bayi laki-laki yang tampan atau bayi perempuan yang cantik.

Namun, tak bisa dipungkiri bila banyak calon ayah dan ibu yang sudah penasaran jenis kelamin calon bayi mereka sejak awal kehamilan. Masalahnya, jenis kelamin bayi umumnya baru bisa dilihat di layar ultrasound (USG) saat kehamilan berusia lebih dari 4 bulan.

Tapi, tahukah Anda, lewat cara sederhana Anda bisa menebak jenis kelamin si jabang bayi di awal kehamilan dan tanpa USG, seperti dikutip dari laman Modern Mom. Ingin tahu caranya? Ini langkah-langkahnya:

Langkah 1

Ketika memeriksa kandungan ke dokter, coba catat jumlah denyut jantung calon bayi setiap menit. Banyak orang percaya jika detak jantungnya terdengar sampai 140 kali per menit, kemungkinan besar dia berjenis kelamin laki-laki. Sedangkan jika denyut jantungnya kurang dari itu, bisa jadi perempuan.

Langkah 2

Coba perhatikan saat Anda ‘mengidam’ di awal-awal kehamilan. Jika Anda merasa selalu menginginkan makanan yang manis-manis, bersiap-siaplah memiliki anak perempuan. Sebaliknya, jika Anda menyukai yang asam dan asin selama kehamilan, ini diyakini akan melahirkan anak laki-laki.

Langkah 3
Juntaikan kalung dengan bandul di atas perut Anda. Coba perhatikan, jika cincin bergerak maju mundur, hal ini dipercaya jenis kelaminnya perempuan. Tapi, jika bergerak dalam pola lingkaran, seorang janin bayi laki-laki sedang tumbuh di dalam perut Anda.

Langkah 4
Perhatikan langkah kaki Anda saat berjalan. Jika berjalan anggun, besar kemungkinan Anda akan memiliki seorang putri. Tapi, jika Anda cenderung menjadi canggung dan lebih sering menabrak, Anda kemungkinan akan memiliki seorang putra.

Langkah 5
Ada juga yang percaya jika seorang wanita hamil mengalami mual dan muntah yang hebat, besar kemungkinan dia akan segera memiliki seorang anak perempuan. Tapi, jika saat hamil tidak terlalu mual dan muntah, bisa jadi bayinya laki-laki

Sumber : https://babyorchestra.wordpress.com/2010/12/06/meramal-jenis-kelamin-bayi-tanpa-usg/

Senin, 13 Desember 2010

Kewajiban Suami Ketika Istri Hamil dan Melahirkan

Ketika seorang ibu mengandung janin dalam rahimnya, benarkah hanya sang ibu yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup sang janin? Tentu tidak. Allah telah menentukan keberadaan nyawa si janin atas usaha dari dua manusia, ibu dan ayahnya. Kepada mereka berdualah Allah menitipkan amanat yang sangat berat itu. Sayangnya, lebih banyak ayah yang kurang menyadari tanggung jawabnya selama kurun waktu kehamilan tersebut. Penyebab utamanya, karena mereka tak mengalami beban itu secara langsung. Dan yang rugi bukan saja si janin, tapi juga ayahnya. Berikut di antara kewajiban ayah terhadap calon bayinya.

Kebutuhan Fisik

Orang tua tak boleh meremehkan faktor pemenuhan kebutuhan fisik janin. Pertumbuhan sel-sel otak, kualitas pertumbuhan badan serta tulang, sudah mulai ditentukan semenjak masa janin. Jangan sampai orang tua menyesal kemudian, saat menemui rendahnya kualitas pertumbuhan bayinya gara-gara lalai mempertahankan kebutuhan gizi di masa ini.

Secara kuantitas saja, ibu perlu makan lebih banyak dari biasanya untuk disubsidikan kepada janin dalam rahim. Belum lagi masalah kualitas, di mana makanan yang masuk harus cukup kandungan protein, vitamin, serta zat-zat gizi lainnya. Dan kewajiban ayahlah untuk menyediakan semua kebutuhan pangan ibu demi pertumbuhan janin tersebut.

Ayah harus rela memberikan kebutuhan ini, walau itu berarti ia harus menyediakan makanan berkualitas bagi istrinya dua kali lebih banyak dari biasanya. Jika hanya ada sepotong, tak ada salahnya ayah mengalah untuk memberikannya kepada ibu, karena akan bermanfaat untuk dua orang. Jangan pula lupa memberikan kebutuhan tambahan vitamin, penambah darah, serta kalsium bagi ibu. Ayah yang bijaksana akan rajin mengontrol pola makan ibu hamil, menyediakan makanan ekstra berkualitas dan memberikan motivasi kepada istrinya untuk rajin mengkonsumsi makanan-makanan bergizi tersebut.

Penelitian membuktikan, janin dalam kandungan sudah bisa merasakan sentuhan kasih sayang orang tua yang mengelus perut bundanya. Ia pun dapat menikmati suara lembut penuh kasih yang diperdengarkan orang tuanya di dekat perut ibu. Para ahli mengatakan, kelak setelah lahir, bayi akan lebih aktif merespons jenis suara yang kerap ia dengar semasa dalam rahim.

Kasih Sayang dan Perhatian

Memang, sentuhan kasih sayang dari ibu sudah cukup memenuhi kebutuhan kasih sayang bagi si janin. Namun penting diingat, bahwa untuk bisa memberikan perhatian dan kasih sayang penuh kepada janinnya, si ibu membutuhkan suasana kejiwaan yang tenang dan bahagia. Ibu yang tertekan dan stres tak akan bisa memberikan perhatian dan kasih sayangnya secara optimal kepada janin. Di sinilah suami akan mengambil peran besar dalam turut menjaga kesehatan kejiwaan istrinya agar tetap stabil, tenang, dan bahagia. Sebagai orang terdekat yang menjadi belahan jiwa bagi istri, ia bisa menjadi penentu kesehatan jiwa si istri.

Suami harus bisa memberikan perhatian penuh kepada masalah kehamilan istrinya. Misalnya saling berdiskusi mengenai perkembangan yang terjadi pekan demi pekan, bersama-sama mencari informasi mengenai kehamilan dan pendidikan anak dari media cetak maupun dengan bertukar pengalaman, menemani istri memeriksakan kehamilan setiap bulan, mendiskusikan rencana-rencana ke depan bagi calon bayi, hingga menyempatkan diri secara rutin mengelus perut istrinya sambil mengucapkan kalimat kasih sayang.

Akan lebih baik jika suami memberikan hak-hak istimewa kepada istrinya semasa hamil. Bukankah istrinya sedang mengalami perjuangan berat demi keluarga mereka? Suami bisa memilihkan hak-hak istimewa yang mendukung perkembangan kesehatan janin. Misalnya, dengan memberikan makanan ekstra bergizi, memberikan uang belanja tambahan, atau membelikan sebanyak mungkin buku dan majalah yang memuat informasi mengenai kehamilan dan pendidikan anak.

Hal lain yang penting diingat, bahwa dalam proses kehamilan terjadi perubahan kadar hormon yang bisa memberikan pengaruh besar pada kebanyakan wanita hamil, di mana emosi mereka menjadi lebih labil. Ditambah lagi dengan beban fisik yang tak ringan, wajar jika mereka lebih banyak membutuhkan perhatian dibanding sebelum hamil. Begitu beratnya beban yang harus ditanggung ibu hamil, sampai Allah berkenan memfirmankannya dalam kitab suci al-Qur’an, surat Luqman:14, “…Ibunya mengandung dalam keadaan lemah dan semakin lemah..

Pendidikan sudah bisa diterima manusia semenjak masih dalam kandungan. Ayah dan ibu punya kewajiban sama untuk memberikan pendidikan ini. Karena janin berusia tujuh bulan sudah mulai terangsang mendengar suara-suara di sekitar perut ibu, maka orang tua bisa memperdengarkan sesuatu untuknya. Memperdengarkan alunan ayat-ayat suci al-Qur’an adalah pilihan yang baik. Dan jika tak ada tape recorder yang bisa dilekatkan ke perut ibu, maka ayah dan ibu bisa bergantian untuk mengaji dengan suara keras di dekat perut ibu!

Proses Kelahiran

Suami yang bertanggung jawab pun tak akan kalah repot dan tegangnya dalam mempersiapkan saat-saat kelahiran janin, dibanding sang istri. Banyak sekali yang harus dilakukan suami untuk mempersiapkan masa genting ini, seperti menyediakan biaya persalinan, kebutuhan hidup calon bayi, pemulihan kesehatan ibu, hingga persiapan aqiqah calon bayi.

Selanjutnya, suami pun bertanggung jawab mempersiapkan kekuatan mental istri untuk melahirkan. Harus diingat bahwa ini adalah saat perjuangan hidup dan mati istri bagi keluarganya. Suami harus banyak memberikan perhatian, dorongan, serta motivasi kepada istrinya menghadapi masa sulit ini. Beberapa cara bisa ditempuh, seperti mengikutkan istri ke dalam kelas pelatihan pranatal (pendidikan pra kelahiran) yang banyak diselenggarakan di rumah sakit, hingga turut menemani proses kelahiran itu sendiri.

Adalah satu hal yang sangat positif, jika suami bisa ikut hadir saat proses kelahiran. Kehadiran suami ini, walau sekadar menemani, memegang tangan istri dan membisikkan kata-kata penghibur kepada istri, akan memberikan dorongan kekuatan mental ekstra bagi istri. Walaupun tak dapat mengurangi rasa sakit, namun kekuatan mental yang diperoleh istri akan membuatnya lebih kuat menahan sakit, yang pada akhirnya akan mempermudah proses kelahiran.

Mengenai keterlibatan suami pada proses kelahiran yang sekarang mulai banyak disadari orang ini, para ahli mengatakan bahwa selain bermanfaat untuk istri, inipun bermanfaat bagi suami sendiri. Ketika suami menyaksikan kesakitan yang diderita istri, perjuangan beratnya melawan maut, maka kelak suami akan lebih mampu menghargai dan memahami perasaan istrinya. Selain itu akan tumbuh perasaan khusus dalam hati suami terhadap sang bayi, sehingga akan lebih mengakrabkan ikatan batin antara ayah dan anak. Dan tentang rumor dampak negatif yang menyebutkan bahwa kehadiran suami saat kelahiran dapat membuatnya impoten, itu hanya kasus langka yang mungkin terjadi pada satu dari sejuta suami.Selamat membentuk putra dan putri yang soleh/hah dan mampu memikul amanah sebagai khalifah di muka bumi Allah swt.(kit/hidayatulloh)