"Change Your Water, Change Your Life"

"Sebab perubahan besar menuju kesejahteraan umat selalu dimulai dari kualitas hidup yang sehat."

"Kemaslahatan Nyata"

"Satu langkah kecil dalam aksi nyata jauh lebih berharga bagi sesama daripada ribuan kata indah tanpa realita."

"Kemurnian Kebaikan"

"Bagaikan air dengan kualitas premium, hiduplah dengan memberikan kesegaran yang alami dan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar."

"Kemurnian Kebaikan"

Kangen Water memberikan air dengan kualitas premium yang tidak hanya segar tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan. Dengan teknologi ionisasi canggih, air ini memiliki tingkat pH yang seimbang dan mengandung antioksidan alami.

"Menghidupkan Waktu Luang"

"Jangan biarkan waktu kosong melumpuhkan jiwa; jadikan ruang sepi sebagai momentum terbaik untuk investasi spiritual dan evaluasi diri."

Minggu, 13 November 2016

"AMANAH", singkat tapi susah diamalkan,,,

Amin/Amanah dalam istilah Arabnya yang diartikan dengan "dapat dipercaya". Seseorang yang mempercayakan tanggungjawabnya kepada seseorang mungkin saja ia telah percaya dan yakin bahwa yang diberi tanggung jawab itu amanah (dapat dipercaya). Mempercayai seseorang itu juga bukan hal yang sepele dan mudah, karena kalau kita tidak mengetahui seluk beluk dan jati diri seseorang mana mungkin kita mengetahui apakah orang yang kita maksud itu amanah atau tidak. Paling tidak kita sudah menjadi teman, saudara dengan waktu yang cukup.

Lebih berat lagi bagi penerima tanggungjawab (sang amanah) ini, karena ia mendapatkan tanggung jawab yang besar walau mungkin tidak sebesar benda atau jasa yang ditanggungjawabkan itu. Tapi tanggung jawab moral disini jauh lebih di prioritaskan. Dan menjadi harga tersendiri yang sangat mahal nilainya.

Kata kunci "Amanah" (tanggung jawab) sudah pernah saya bahas pada post sebelumnya, akan tetapi inti dari post kali ini adalah Amanah dalam hal "Rasa Percaya".

Jumat, 11 November 2016

Tanggung jawab harus diajarkan sejak dini

Mendengar kata "tanggung jawab" serasa mendapatkan hal yang sangat besar, padahal tidak hanya itu, tanggung jawab ini sebenarnya ada tingkatannya dan saya sara semua orang tidak terkecuali pasti memilikinya. Bisa saja tanggung jawab ini dikatakan sebagai beban, titipan, amanah, dls. Tapi tinggal dari sudut pandang mana kita melihatnya.

Mengajarkan hal tanggung jawab sudah seharusnya sejak dini, misalkan kita mengajarkan rasa tanggung jawab kepada anak-anak kita, dari mulai bermain, mereka diberikan tanggung jawab berupa "setelah bermain mainan harus diletakkan pada tempat semula", atau "lipatlah selimut setelah bangun tidur", "matikan lampu kamar jika sudah bangun", dan lainnya. Itu adalah salah satu hal untuk mengajarkan rasa tanggung jawa sejak dini.

Kamis, 10 November 2016

Minta maaf itu lebih mudah daripada memaafkan

Kesalahan yang disengaja maupun tidak sudah sepatutnya meminta maaf, barang sekecil apapun itu. Sehingga dengan meminta maaf maupun memaafkan akan menjadi sebuah cara atau media untuk tetap selalu terjalin tali silaturrahmi dan kekeluargaan.

Hubungan meminta maaf dan memaafkan itu ibarat sebuah pasangan, yang seharusnya saling membutuhkan, namun terkadang juga tidak bisa disatukan karena berbagai hal. Misalkan seseorang yang berbuat kesalahan maka ia akan meminta maaf kepada orang yang dibuat salah, akan tetapi disini sebagai penentu adalah orang yang memaafkan itu, apakah ia akan menerima atau tidak.

Disiplin; mudah dalam teori, susah dalam praktik

Bermacam-macam aturan dan tata tertib yang sudah dibuat, bahkan kontrak kerja yang dibuat dengan dasar kesepakatan bersama, itu merupakan salah satu wujud dalam merealisasikan kedisiplinan. Disiplin disini masih dalam taraf teori, karena hanya baru "hitam di atas putih", seperti halnya untuk kalangan pekerjaan atau kantor tatib diperlukan agar tercipta kedisiplinan, yaitu berangkat harus pagi, maksimal jam delapan, aturan pakaian harus menyesuiaikan tata tertib berpakaian, menggunakan pakaian dan dan sepatu rapi, pulang jam empat sore, tidak boleh keluar dari kantor kecuali ada ijin.

Lain halnya dengan tata tertib kedisiplinan untuk diri sendiri, misal sholat tepat waktu, makan tiga kali sehari dan sudah diatur waktunya, waktu istirahat, waktu mengerjakan tugas, dan lain sebagainya.

Selasa, 08 November 2016

Keramahan dalam Berkomunikasi/Berinteraksi

Budaya dan kebiasaan umumnya pada masyarakat umum sangatlah kaya, apalagi disatukan dengan seluruh umat manusia yang ada di bumi. Ada yang suka bercanda, ada yang serius, ada yang seneng cemberut, ada yang periang, bahkan ada yang bisa menyesuaikan situasi dan kondisi untuk meralisasikannya. Dan yang terakhir inilah yang paling kita sukai. Khusus pada masyarakat yang ada di lapisan negara Indonesia ini yang sebagian besar masih mengenal tata bahasa yang baik, pastinya dapat memberikan suasana yang baik saat berkomunikasi, bercengkerama, berinteraksi antar sesama, sehingga fokus pembicaraan dapat berjalan dengan baik. Itu yang diharapkan.

Tapi pada kenyataannya tidak semua orang dapat dikategorikan sebagai orang yang dapat berkomunikasi dengan baik, dengan pembawaan mimik yang baik juga. Bermacam-macam cara menyampaikan olahan kata saat berkomunikasi.